Seputar Listeria monocytogenes dalam Caramel Apple

     

Dunia kembali dikejutkan oleh isu keamanan pangan seputar kontaminasi pada produk apel asal Amerika Serikat, khususnya caramel apple.  Berbagai kekhawatiranpun muncul.  Apa sebenarnya yang terjadi?  Berikut adalah hasil interview FOODREVIEW INDONESIA dengan Prof. Ratih Dewanti-Hariyadi, Peneliti pada SEAFAST (Southeast Asian Food Agricultural Science and Technology Center), Ketua Program Studi Ilmu Pangan, Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor, anggota International Commission on Microbiological Specification for Foods. 

   


   
1. Apa yang sebenarnya terjadi terkait isu keamanan pangan apel Amerika? 

Pada pertengahan Desember 2014, Centers for Disease Control (CDC) bekerjasama dengan Departemen Pertanian (USDA)  di Amerika Serikat (AS) mengumumkan mengadakan investigasi terkait serangkaian kejadian luar biasa (KLB) yang terpantau melalui PulsNet. Data menunjukkan isolasi Listeria monocytogenes terkait KLB yang terjadi sejak 17 Oktober sampai dengan 27 Desember 2014.  Hasil investigasi sampai dengan dengan 10 Januari 2015 melaporkan 32 korban di 11 negara bagian di AS dan 31 orang diantaranya dirawat di Rumah Sakit.


Delapan puluh sembilan persen dari korban mengonsumsi caramel apple sehingga produk caramel apple yang dikemas disimpulkan sebagai pangan yang terasosiasi dengan KLB. Caramel apple adalah buah apel yang diberi gagang lalu dilapisi dengan karamel.  Kadang-kadang produk ini ditabur dengan potongan kacang atau lainnya dan dikenal sebagai taffy apple. Dalam skala industri, caramel apple dibuat dengan melapisi apel dengan lembaran karamel dan melelehkannya lalu membiarkannya memadat.  Di skala rumah tangga, buah apel dicelupkan ke dalam larutan caramel yang dibuat dari mentega, gula, vanilla dan karamelnya dibiarkan memadat.

Beberapa produsen caramel apple, yakni Happy Apple Company di Washington, Missouri, California Snack Foods di El Monte, California dan Merb’s Candies di St. Louis, Missouri secara sukarela menarik produk yang populer untuk acara Halloween ini. Sebagai tindakan pencegahan, CDC tidak hanya menganjurkan masyarakat AS untuk tidak mengonsumsi caramel apple terkemas tetapi semua jenis caramel apple yang dibuat pabrik maupun skala rumah tangga, termasuk taffy apple

Dari 31 korban di AS, 10 diantaranya adalah ibu hamil dan atau janin yang dikandungnya.  Diantara orang yang tidak dalam kondisi hamil, rata-rata umurnya adalah 7 sampai 92 tahun, dengan umur median 66 years, dan 32 persen diantaranya adalah perempuan. Dalam KLB tersebut dilaporkan ada 7 orang meninggal tetapi baru 3 yang terkonfirmasi terinfeksi Listeria monocytogenes. Tiga korban berusia 5-15 tahun mengalami meningitis (radang selaput otak).

2. Mikroba patogen apa yang diduga mengontaminasi apel tersebut?

Listeria monocytogenes adalah bakteri patogen yang secara etiologi diduga menjadi penyebab KLB terkait konsumsi caramel apple di atas. Dua galur Listeria monocytogenes yang diisolasi di lingkungan produsen pengepakan apel Bidart Bros di California ternyata memiliki DNA fingerprint yang sama dengan yang diisolasi dari korban KLB di AS maupun 2 kasus di Kanada yang dilaporkan oleh Public Health Agency of Canada. Oleh karena itu perusahaan ini menarik dua jenis apel yakni apel Granny Smith dan Gala yang banyak digunakan dalam pembuatan caramel apple.  Dari investigasi ini CDC menghimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi apel Granny Smith dan Gala yang berasal dari Bidart Bros.

3. Bagaimana Sifat dan karakter dari L. monocytogenes?

Listeria monocytogenes adalah bakteri Gram positif, tidak berspora, dan bersifat anaerob fakultatif yang banyak ditemukan di tanah, debu, tanaman, lingkungan dan sebagainya. Sebagai bakteri Gram positif, bakteri ini memerlukan zat gizi lebih untuk pertumbuhannya dan karena tidak berspora maka bakteri ini  tidak tahan panas. Sifat anaerob fakultatifnya memungkinkan bakteri ini tumbuh dengan atau tanpa oksigen.  Selain itu, bakteri yang tumbuh dan berkembangbiak pada suhu ruang sampai suhu tubuh (30-37oC) ini memiliki sifat psikrotrofik yakni bisa berkembang biak pada suhu refrigerasi (4oC) lebih baik daripada kebanyakan bakteri lainnya.  Sifat psikrotrofik ini menyebabkan bakteri Listeria monocytogenes unggul dalam produk yang disimpan pada suhu rendah dimana mikroorganisme lain umumnya tidak berkembangbiak.  
Artikel bersambung...
Klik Next › untuk melanjutkan membaca.
Halaman 1 dari 4

Artikel Terkait