
Oleh Winiati P Rahayu Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan; SEAFAST Center, IPB University; Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia
Label pada kemasan pangan olahan yang kita temui di warung, toko, pasar, atau platform online, memiliki peran penting. Label ini, yang bisa berupa stiker, cetakan langsung pada kemasan, atau bagian dari kemasan itu sendiri, berfungsi memberikan informasi yang benar dan jelas kepada konsumen. Informasi tersebut meliputi nama produk, komposisi bahan, tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa, serta keterangan lainnya yang dibutuhkan. Konsumen berhak mengetahui sejelasjelasnya kondisi produk pangan yang dikemas sehingga memberikan rasa aman saat membeli dan/atau mengonsumsi pangan olahan.
Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, saat ini semakin banyak jenis produk pangan yang dapat dipilih oleh konsumen. Di lain pihak, kesadaran akan nilai gizi, manfaat kesehatan dan adanya efek negatif yang ditimbulkan suatu jenis pangan bila tidak ditangani dengan baik juga semakin dimiliki oleh konsumen. Ulasan berikut ini akan menjelaskan mengenai perkembangan label pangan olahan dalam kaitannya mengenai kesadaran akan nilai gizi, dan manfaat kesehatan.
Kebiasaan konsumen membaca label
Berdasarkan regulasi yang berlaku, label pada pangan olahan dalam kemasan setidaknya informasi mengenai nama produk, daftar bahan yang digunakan; berat bersih atau isi bersih; nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor; halal bagi yang dipersyaratkan; tanggal dan kode produksi; keterangan kedaluwarsa; nomor izin edar; dan asal usul bahan pangan tertentu harus tercantum pada label. Kebiasaan membaca label oleh konsumen umumnya masih rendah seperti ditunjukkan dari studi di Surabaya yaitu hanya 47% responden yang membaca isi label pada kemasan dan di Bekasi hanya 27%. Pada umumnya konsumen akan lebih memperhatikan informasi waktu kedaluwarsa, merek dan label halal dibandingkan dengan informasi lainnya pada label. Hal ini ditunjukkan oleh konsumen siswa SMA di Depok yang sejalan dengan siswa di Sri Lanka yang juga selalu dan sering memerhatikan tanggal kedaluwarsa, tanggal produksi, dan merek ketika pertama kali membeli produk snack. Informasi mengenai waktu kedaluwarsa dan logo halal juga ikut menentukan keputusan pembelian produk pangan selain harganya.

Label gizi pada bagian depan kemasan (front of pack)
Pola makan dapat didorong dari informasi yang ada pada label kemasan pangan. Hal tersebut dapat membentuk pola makan yang menyehatkan atau tidak. Pemilihan produk pangan tanpa memerhatikan kualitas dan kandungan gizinya dapat membentuk pola pangan yang kurang menyehatkan. Tentunya penerapan diet yang lebih sehat dapat dilakukan dengan membaca dan memahami informasi nilai gizi pada label produk. Salah satu upaya untuk membantu pemilihan produk yang lebih menyehatkan dapat dilakukan dengan membaca label informasi nilai gizi (ING). Pencantuman label ING pada produk pangan wajib bagi pelaku usaha yang memproduksi dan/atau mengedarkan pangan olahan. Format ING pada label yang sifatnya sukarela, adalah format panduan asupan gizi harian warna monokrom dan logo dengan tulisan “pilihan lebih sehat”.
Selain rendahnya perilaku membaca label pangan, pemahaman konsumen terhadap ING juga rendah karena hanya sebagian kecil responden yang dapat menginterpretasikan persentase kecukupan gizi harian pada label. Hal ini karena konsumen beranggapan bahwa istilah dalam label gizi terlalu ilmiah dan sulit untuk dipahami. Menyadari hal ini, maka dikembangkan label gizi pada bagian depan kemasan (front of pack) atau label gizi FoP untuk meningkatkan pemahaman terhadap label gizi. Label gizi FoP adalah sistem pelabelan yang menampilkan informasi gizi yang disederhanakan pada bagian depan label pangan. Label gizi FoP memberikan informasi kandungan gizi yang dapat berupa simbol atau grafik, teks atau kombinasi keduanya. Penggunaan label gizi FoP bertujuan untuk menyediakan informasi yang lebih mudah diidentifikasi oleh konsumen sehingga diharapkan dapat membantu konsumen dalam memilih pangan yang lebih sehat dan mendorong reformulasi produk pangan olahan. Jenis label gizi FoP antara lain adalah label daily intake guide (DIG), label multi traffic light (MTL), dan label health star rating (HSR).
Klik Next › untuk melanjutkan membaca.


